i-ijo

Inspirasi | Tips | Kuliner | Bisnis | Kesehatan | Pemasaran | Sosial

Ads

Header Ads

Senin, 21 September 2020

Stop! Dampak Pandemi Hancurkan 4 Usaha Ini, Jangan Lakukan | i-ijo.com


Stop! Dampak pandemi hancurkan 4 usaha ini, jangan lakukan 

Dampak pandemic menjadi bom penghancur dunia ekonomi saat ini. Dalam artikel ini penulis tidak membahas dampak pandemi corona secara luas. Namun, penulis sedikit memberi gambaran dampak pandemi covid 19 terhadap perekonomian masyarakat yang kami ketahui sendiri dari orang dekat. Mereka adalah salah satu dari ribuan orang yang merasakan langsung dampaknya.

Situs Kompas pun menulis dampak dari pandemic ini. Menurutnya, jumlah pengangguran meningkat karena terhambatnya aktivitas perekonomian. Sebab pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian, Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan bahkan diberhentikan (PHK).

Jika pada artikel sebelumnya penulis memaparkan beberapa usaha yang masih mampu bertahan di tengah dampak pandemi covid 19 terhadap kehidupan serta bisa saja jadi rekomendasi warga yang ingin membuka usaha di tengah terpuruknya ekonomi akibat wabah global, kini penulis mencoba mengulas beberapa usaha yang sangat terpuruk oleh dampak pandemi covid 19, bahkan tidak sedikit para pelaku UMKM yang menutup usahanya.

Dampak pandemi terhadap perekonomian tak hanya di rasakan oleh pelaku usaha mikro dan kecil. Mereka yang berada dalam kelompok menengah ke atas juga terhantam. Jadi,  dampak pandemi covid 19 terhadap perekonomian Indonesia  sangat luar biasa.

Seperti yang dikatakan Republika . Menurutnya ada tiga hal dampak pandemi bagi masyarakat. Yang pertama adalah, konsumsi rumah tangga atau daya beli jatuh cukup dalam. Menurutnya sektor ini merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi. 

Dampak pandemi covid 19 terhadap masyarakat Indonesia yang kedua yaitu menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah. Hal ini berimbas pada terhentinya usaha.

Selain ekonomi, dampak pandemi covid 19 terhadap pendidikan di Indonesia terlihat di depan mata. Kondisi ini cukup membuat banyak pihak kelimpungan. Menurut Kabar Priangan,  ketidaksiapan terhadap dampak pandemi covid 19 terhadap pendidikan baik sekolah / madrasah yang menjadi sarana penyebaran ilmu serta pembentukkan karakter bangsa jadi kacau.

Melalui tulisan ini penulis berharap Anda yang ingin memulai usaha di tengah dampak pandemi covid sebisa mungkin menghindari jenis usaha yang tertulis di bawah. Tulisan ini diangkat berdasarkan apa yang penulis alami sendiri. Selain pengalaman pribadi, dampak pandemi terhadap ekonomi juga di alami beberapa teman dekat. Mereka mengalami nasib sama tragisnya akibat wabah corona. 

Meski dampak pandemi terhadap perekonomian sangat terasa bagi masyarakan kecil, tapi kita tidak boleh menyerah. Bahkan laman Wowkeren secara khusus mengatakan dampak pandemi corona bagi masyarakat kurang mampu sangat besar. Menurutnya, ancaman menderita kelaparan lebih berpotensi terjadi di kalangan masyarakat ini selama pandemi.

Jadi, Anda yang berniat memulai usaha-usaha yang kami sebutkan dalam artikel ini lebih baik ditunda dulu dan carilah alternatif usaha lain. Jika nantinya dampak pandemi covid 19 terhadap perekonomian masyarakat dinyatakan hilang, usaha apapun tentu sudah tak masalah lagi untuk segera dilakukan. Di bawah ini beberapa usaha yang paling parah terdampak covid-19.

1. Percetakan Undangan

Secara umum percetakan sudah pada tiarap atau berhenti beroperasi saat ini. Seperti itulah yang disampaikan situs Industri Kontan. Usaha yang kami tulis di urutan yang pertama ini adalah pengalaman pribadi penulis. Dampak pademi covid 19 terhadap masyarakat juga kami rasakan.

Sekitar akhir 2019, Oktober, Nopember usaha percetakan yang kami dilakukan masih dalam tahap normal. Desember justru mengalami puncak peningkatan hingga kewalahan menghandle pesanan undangan. Masuk tahun 2020 pesanan undangan mulai normal seperti bulan Oktober-Nopember. Selanjutnya ketika masa pandemi sama sekali tidak ada pesanan undangan yang masuk. 

Larangan pemerintah mengadakan kegiatan mengumpulkan massa dalam rangka memutus penyebaran covid menjadi penyebab tidak adanya kegiatan pagelaran pesta hajatan dimasyarakat. Karena tidak adanya masyarakat yang mengadakan hajatan, otomatis pesanan undangan juga tidak ada. Larangan ini tentnya agar dampak pandemi bagi masyarakat tidak berkepanjangan

2. Wedding Organizer

Seperti yang sudah ditulis di bagian nomor satu. Usaha Wedding Organizer (WO) pun merintih. Di salah satu lamannya Ayo Bandung mengangkat tema ini. Dikatakan  dampak pandemi covid 19 bagi pelaku usaha ini sama sekali tidak ada pemasukan, klien yang sudah booking pun akhirnya harus membatalkan acara. Para pemilik usaha dengan terpaksa merumahkan sejumlah pekerjanya akibat dampak pandemi corona.

Sector usaha ini merupakan salah satu usaha yang efeknya dapat menghadirkan kerumunan masyarakat. Bagaimana tidak, ketika WO ini bekerja sudah dapat dipastikan akan terjadi kerumunan massa. Wedding Organizer ini membawahi beberapa bidang yang juga ikut terdampak, diantaranya rias pengantin, usaha dekorasi pengantin (layos, panggung, catering, prasmanan, sound system dan panggung hiburan atau musik). Teman penulis, beberapa diantaranya juga menjalani usaha ini.

3. Panggung Musik atau Entertain

Usaha ini juga menjerit. Itulah yang dikatakan Cnnindonesia menyoroti dampak pandemi terhadap perekonomian. Kita tahu, usaha ini dalam skala kecil/menengah masih dalam satu paket dengan Wedding Organizer.  

Ketika masyarakat mengelar hajatan, hiburan musik menjadi penambah meriahnya acara pesta. Namun, lagi-lagi anjuran pemerintah yang melarang adanya kegiatan pengumpulan massa, maka usaha yang di dalamnya terdapat musisi, artis atau penyanyi, MC dan pemilik usaha sound system harus menelan pil pahit tak dapat lagi memperoleh pekerjaan. Bahkan sederet acara musik yang sudah masuk dalam daftar batal demi mencegah penyebaran virus corona.

4. Jasa Perjalanan Wisata atau Biro Wisata

Masih dari pengalaman orang-orang di sekitar penulis. Usaha ini merupakan usaha yang dilakukan teman dekat penulis. Akibat pandemi covid-19 usaha jasa perjalanan wisata tidak jalan, termasuk juga biro ibadah Haji dan Umroh. Bahkan acara yang sudah jauh-jauh hari tersusun dengan rapi pun terpaksa harus digagalkan.

Usaha ini pun oleng oleh dampak pandemi covid 19 terhadap kehidupan khusunya bidang ekonomi. Terpukulnya industry perjalanan ini juga dipaparkan oleh Berita Satu. Gimana usaha ini mau jalan? Tempat wisata ditutup, musim PSBB diberlakukan, masyarakat dari daerah satu tidak diperkenankan masuk daerah lain. 

Adanya dampak pandemi covid 19 terhadap perekonomian Indonesia versi penulis. Kami menilai ada hikmah yang bisa diambil . Di sini penulis tidak membahas hikmah soal ketaqwaan dan keimanan seseorang di tengah pandemi. Biarlah bagian itu menjadi hikmah dalam diri masing-masing. Di sini penulis mengamati dari segi respon masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Hikmah yang dapat diambil, setiap kita dituntut mengerahkan segala kemampuan, kreatifitas, keuletan, kesabaran melakukan kegiatan usaha di tengah terpuruknya ekonomi secara global. Mereka yang masih mampu bertahan di tengah pandemi dialah pemenang. Di luar pandemi senyum mereka tentu tetap mekar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Feed

Recent Story

Featured News

Kembali ke atas