i-ijo

Inspirasi | Tips | Kuliner | Bisnis | Kesehatan | Pemasaran | Sosial

Ads

Header Ads

Senin, 09 November 2020

Etika Kentut atau Buang Angin Saat Bersama Orang Lain - i-ijo.com

Etika kentut atau buang angin sat bersama orang lain, foto sumber freepik.com

Untuk bahasan tulisan etika kentut atau buang angin mohon jangan dicari di kamus mana atau ditanyakan dalilnya. Sepanjang kami menulis belum pernah kami temukan artikel yang mengulas tentang etika saat kentut atau buang angin. Kalau Tulisan yang membahas soal kentut, banyak. Sebab kentut sendiri merupakan kejadian wajar bagi setiap makhluk hidup utamanya manusia. 

Tulisan yang membahas soal makhluk tak kasat mata tapi menjengkelkan ini biasanya terfokus pada kesehatan atau hukum-hukum islam. Tubuh sehat adalah tubuh yang tetap mengeluarkan angin tak segar. Ini berkaitan dengan dunia kesehatan. Jadi wajar pembahasan artikelnya seputar kesehatan. 

Kemudian terkait hukum-hukum islam, buang angin atau kentut termasuk hadas yang menjadi salah satu penghalang sah-nya seorang muslim menunaikan ibadah. Selain buang air kecil atau besar, dalam islam, kentut merupakan hadas kecil yang perlu disucikan saat hendak menjalankan ibadah (tertentu). Jika tidak, maka sudah dipastikan ibadah yang dilakukan tidak sah. 

Sekali lagi jangan ditanya kamus atau dalilnya soal etika saat kentut. Artikel ini kami tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi, kalau sekiranya bagus boleh ditiru, jika tidak manfaat silahkan ditinggal. Di sini juga kami katakan, sifat orang beda-beda. Jadi bagaimana anda merespon ketika seseorang mengeluarkan senjata dalam di samping Anda, mau marah, kesel atau tertawa itu hak anda.


Jadi gini, ada pribadi yang suka bergurau dengan angin memabukkan ini. Dia buang  seenaknya, di mana tempat semau dia tanpa peduli dengan lubang hidung sekitar yang jadi korban angin berwarna hijau (gambar meme kentut) untuk bersembunyi dan menghilang. Yang lebih parah lagi, saat makhluk aneh tak kelihatan itu keluar dari sarang langsung dihadang dengan tangan dan ditangkap. Kemudian genggaman tangan dibuka tepat di hidung orang sebelahnya. Yang terjadi apa? Tentu tawa menggelegar. 

Jika itu dilakukan terhadap teman kongkow, mungkin tak jadi soal, sebab masing-masing sudah tahu karakternya. Efek yang muncul bukan lagi umpatan, tapi akan ada reaksi balasan. Nah, pasti yang kek gini pernah kalian lakukan kan? Yang lain tertawa, yang jadi korban mual-mual. Hahaha.. 

Dari segi medis, ada beberapa manfaat kentut bagi kesehatan seperti dikatakan health kompas. Meski bikin jengkel orang lain, tapi bagi pelaku, kentut merupakan hal yang sehat dan baik untuk tubuh. Bahkan, ketika tidak bisa kentut, kita akan merasa tidak nyaman seperti kembung atau rasa sakit di perut. Selain wajar bagi manusia, kentut adalah produk sampingan dari sistem pencernaan kita. 

Lalu, bagamana sih bagusnya ketika kita kentut dalam kondisi ramai orang? Emangnya kentut ada bagus-bagusnya gitu? Bisa jadi ada yang cuek bebek, bodo amat dengan orang lain, yang penting beban dalam perut keluar. Bahkan terkadang ada yang memang dibuat agar bunyinya nyaring. Yang ini perlu diwaspadai, bisa jadi ampasnya ikut terbawa, wkwkwk. Kalau pencernaan normal sih mungkin jarang terjadi. Tapi jika hasil penceraan bukan gelondongan padat, melainkan cair dan kental, awas, bisa-bisa harus buru-buru ganti celana. 


Namun untuk saya sendiri, bisa dibilang tidak pernah melakukan hal ini. Walapun sebenarnya tak apa-apa, tapi rasa risih membuat saya harus melakukan hal yang beda dengan orang lain. Lalu apa yang biasa kita lakukan saat buang angin atau kentut. Sebagai bentuk rasa risih saya dengan orang yang ada disekitar, biasanya saya menggunakan cara yang menurut saya lebih beretika (maaf kalau ungkapannya kurang tepat, seperti memuji diri sendri). Tapi terserah kita dong, kan kita yang nulis, hehe.. Woles aja bre.. 

Mengeluarkan Sedikit Demi Sedikit 

Dengan cara ini, saat kita buang angin atau kentut, kita masih tetap berkumpul dengan orang atau teman tanpa mereka merasa terganggu. Dengan mengeluarkan sedikit demi sedikit efek bau yang ditimbulkan tidak akan menyebar luas, paling-paling akan hilang ketika masuk kembali ke lubang hidung kita. Jadi, orang lain sudah gak dapat jatah bau. 

Menahan Agar Tidak Bunyi 

Cara ini sebenarnya hampir sama dengan cara di atas. Mengeluarkan gas supaya tidak bunyi salah satunya dengan mengeluarkan sedikit demi sedikit. Secara wajar, proses buang angin sendiri ada yang bunyi dan tidak. Jika tidak keluar bunyi, maka kita aman dari bullian. Namun efek bau masih saja menyerang. Dengan menahan supaya tidak bunyi, kita tidak akan dipelototi orang di samping. Ini juga sudah masuk dalam cara pertama. 

Menyingkir dari Keramaian 

Ini yang kelihatan aneh. Ketika kita sedang ngobrol dengan teman-teman, eh, tiba-tiba kita menyingkir dari kelompok, yang lain tentu penasaran, ngapain? Tapi ketika mereka tahu yang kita lakukan (menyingkir dari kelompok) adalah kentut, maka reaksi mereka akan lain. Gak percaya? Coba saja. Jika kalian lakukan cara ini saat bersama teman, saya jamin kalian tidak akan kena bulli meski mereka tahu bahwa Anda sedang kentut. Bisa jadi, teman yang biasa ngejahilin kita dengan kentutnya, akan mulai merubah sikap.

So, kita akan hadir dengan tips lain. Tetap kunjungi blog ini ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Feed

Recent Story

Featured News

Kembali ke atas