![]() |
| Cara membuat bah awet hingga puluhan tahun, foto sumber freepik.com |
[Awal nulis artikel ini planning tulisan sekitar 5-6 paragraf, karena hanya ada tiga bahan utama cara membuat baju awet yakni cara mencuci, menjemur, dan melipat. Namun ketika kita jabarkan ternyata jadi tiga halaman word. Jadi, agar pengunjung tidak males baca, artikel ini kita jadikan dua part. Mohon dimaklumi]
Meski terkesan hal sepele, memiliki baju awet bisa dibilang sebuah kesenangan. Apalagi jika baju awet yang kita punya merupakan pakaian favorit, tentu akan menjadi penghemat budget harian atau bulanan. Anda tidak harus beli baju tiap waktu. Kalaupu beli, bisa jadi Anda tertarik dengan model (terbaru) atau gaya bajunya yang cantik.
Lalu, apakah baju yang awet tersebut harus berharga mahal? Kayaknya sih nggak juga. Baju awet itu selain dari jenis bahan dan jahitan, juga dari cara kira merawatnya. Meskipun baju mahal jika kita sembarangan, maka jangan harap baju akan bertahan lama. Murah, tidak selalu identik dengan cepat rusak. Jadi pandai-pandai lah merawat.
Sebab, tidak semua orang memiliki rejeki lebih agar bisa beli baju atau pakaian setiap saat. Yang dompetnya tebal, tak apa lah tiap bulan belanja baju, tapi bagi yang pas-pasan, jangankan buat beli baju, yang terpenting baginya adalah agar ada nasi dan lauk setiap hari.
Nah, jika kita bisa merawat agar baju kita awet, setidaknya kita bisa menghemat pengeluaran. Karena baju lama pun tetap bisa kita pakai dan masih pantas dipandang. Sehingga budget pengeluaran bisa dialihkan untuk hal lain.
Melalui tulisan ini kami akan berbagi tips cara membuat baju awet. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Jadi, tips ini bukan hasil modifikasi tulisan yang tidak pernah dipraktikkan. Sebab, sebelum menulis artikel pada laman ini, praktiknya biasa kami lakukan.
Cara membuat baju tetap awet yang kami lakukan tidak menguras modal dompet. Namun jangan salah jika ada hal lain yang tergadai. Apa itu? Waktu. Ya, cara merawat pakaian agar tetap awet kita harus meluangkan waktu.
Namun hal itu juga tidak terlalu menyita. Malah menutur kami, waktunya lebih efektif pada hal lain. Maksudnya gini, sebagai contoh, saat mencuci waktu anda akan tersita, tapi saat melipat baju waktu anda lebih singkat. Paham kan? Tersita waktu yang lain, tapi efektif pada bagian yang lain.
Di bawah ini kita uraikan cara merawat baju agar tetap awet seperti yang penulis lakukan. Kami memiliki satu buah kaos warna maroon sejak tahun 1999 (yang lain lupa tahun beli) hingga saat ini masih layak pakai. Kaos tersebut tidak hanya disimpan dalam lemari saja, namun tetap kita pakai sehari-hari.
Memang dari segi kualitas bahan dan jahitan, bagus. Namun perlu jadi catatan juga, kaos ini harga belinya di bawah Rp100 ribu. Tahu sendiri kan kualitas harga kaos di bawah seratus ribu? Nyatanya bisa tahan selama itu.
Saat dipakai, sekilas kaos ini masih terlihat bagus. Namun, jika diamati dengan secara teliti, kondisinya sudah tidak begitu bagus, sebab sudah banyak bintik-bintik hitam di beberapa bagian, utamanya pada ketiak dan kerah. Ya, maklum lah sudah 21 tahun kaos ini menemani penulis.
Selain kaos, ada juga hem batik yang penulis miliki sekitar 15 tahun yang lalu, sampai saat ini masih biasa kita pakai dan layak dikenakan. Seingat kita, hem ini dibeli saat pilkades di kelurahan. Sampai saat ini sudah tiga kali periode pilkades, yang artinya sekitar 15 tahun.
Berlanjut ke halaman part II


Tidak ada komentar:
Posting Komentar