i-ijo

Inspirasi | Tips | Kuliner | Bisnis | Kesehatan | Pemasaran | Sosial

Ads

Header Ads

Rabu, 21 Oktober 2020

Etika Saat Batuk dan Bersin, Ini Cara Elegan yang Jarang Dilakukan Banyak Orang | i-ijo.com


Etika saat batuk dan bersin, ini cara elegan yang jarang dilakukan banyak orang

Bersin, kondisi ini terjadi secara alamiah dan kita semua pasti pernah mengalaminya. Ada rasa nikmat ketika mulut kita mengeluarkan suara tanpa huruf vocal dengan keras. Bahkan, ketika momen bersin-bersin ini tidak terlaksana, hidung dan mata terasa pedas.

Lalu, mengapa tubuh kita mengalami hal aneh yang bernama bersin? Kok aneh? Kami katakan aneh di sini bukan dalam kategori yang memang diyakini aneh. Kami ungkapkan demikian hanya sebagai ungkapan (nyeleneh). Anehnya, ketika kita mengalami bersin terus menerus dimana tubuh kita mengalami ‘plong’, ternyata orang yang berada di dekat kita sudah pasti sebel. Nah, kan..

Sedangkan menurut Parenting Orami, bersin ini merupakan cara alami yang digunakan tubuh kita dalam membersihkan hidung, utamanya dari benda asing seperti kotoran, serbuk sari, asap, atau debu yang memasuki lubang hidung. Hidung mungkin menjadi iritasi atau geli dan akibatnya suara hentakan keras keluar dari mulut kita tanpa mampu kita control. Apa lagi jika bersin terus terjadi, siap-siap saja kita dipelototin orang sekitar.

Beda dengan orang di sebelah kita yang merasa gak asik saat kita bersin, ternyata, menurut Parenting Orami manfaat bersin dapat menghampiri tubuh orang yang mengalaminya. Dikatakan bahwa, selain menghilangkan kuman seperti tertulis di atas, bersin adalah cara untuk membersihkan hidung dari Polutan dan bakteri berbahaya yang telah disaring bulu hidung dan menetap di dalam rongga tempat keluar masuknya nafas. Makhluk ini bisa dikeluarkan saat kita bersin. Wah, pakai kata ‘makhluk’ kelihatannya serem amat.

Meski ada rasa yang tak bisa dungkapkan dengan kata saat kita bersin, namun kita perlu waspada saat kita mengalami bersin bersin. Apa lagi  jika tubuh kita mengalami bersin terus menerus. Menurut Klikdokter hal itu juga bisa menjadi tanda ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatan tubuh. Dengan kata lain, bersin bersin merupakan gejala penyakit. Tentunya jika bersin kita terjadi berulang-ulang.

Di musim pandemic ini beredar kabar jika bensin termasuk dalam kategori tanda-tanda seseorang terkena virus corona. Namun kabar yang beredar jika bersin bersin tanda corona disangkal oleh Kesehatan Kontan. Menurutnya kita enggak perlu merasa "parno" alias paranoid karena bersin bukanlah gejala umum Covid-19. Kalau bersin merupakan gejala penyakit, bisa dikata ‘iya’ tentunya hal itu jika terjadi seperti yang tertulis di atas. Yakni terjadi bersin terus menerus. 

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan saat mengalami bersin. Jika hal ini dilakukan, selain orang di sekitar kita tetap nyaman, mereka juga menilai bahwa kita masih menjaga etika saat batuk dan bersin. Cara paling simple adalah tutup mulut ketika bersin. Dengan demikian, mahluk yang keluar dari mulut kita tidak menyebar ke orang sebelah. 

Pertanyaanya kemudian, apakah dengan menutup mulut menjadi cara yang paling benar? Ternyata tidak! Kenapa? Jika cara menutup mulut yang kita lakukan masih salah. Sebagian masyarakat menutup dengan tangan saat bersin. Dikatakan Awalbros meskipun tujuan nya baik namun hal ini belum tentu benar, karena kuman dapat berpindah ke tangan dan menyebar tanpa kita sadari melalui sentuhan atau bersalaman. Lalu, bagaimana etika batuk dan bersin yang benar

Meski terlihat sebagai hal sepele, ternyata etika saat batuk dan bersih mendapat perhatian oleh badan kesehata dunia. Seperti apa sih etika batuk dan bersin menurut WHO? Ada 4 cara yang direkomendasikan oleh WHO. Tentunya hal ini pun menjadi catatan etika batuk dan bersin kemenkes sebagai badan kesehatan yang ada di Indonesia. 

Apa saja kah 4 hal etika saat batuk dan bersin menurut WHO? Cnbcindonesia menyebut etika batuk yang benar menurut WHO juga dikatakan sebagai sarana mencegah penularan virus corona yakni: 
1. Tutup mulut dan hidung saat batuk dengan lengan baju dalam atau tisu agar virus tak menyebar ke udara. 
2. Buang tisu yang telah dipakai buat batuk ke tong sampah 
3. Segera cuci tangan pakai air bersih atau hand sanitizer 
4. Gunakan masker. 

Terlihat sepele memang 4 hal di atas. Namun warga Indonesia yang dalam dunia maya dikenal dengan warga +62 (plus enam dua) sebagian besar belum bisa menerapkan empat hal tersebut. Satu, Adanya himbauan selalu memakai masker juga masih banyak yang tidak patuh. Dua, Segera cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer juga hanya sebagian yang melakukan. Tiga, buang tisu yang telah dipakai untuk menutup mulut saat batuk ke tong sampah. Hal ini juga sulit dijelaskan. Pasalnya secara perbandingan warga +62 masih banyak yang tidak bawa tisu ketika keluar rumah. Kalapun ada yang pakai tisu bisa jadi malah dibuang di jalan ketimbang di tong sampah. 

Nah, kalau yang ini penulis memiliki kebiasan lain dari kebanyakan orang. Cara yang kami lakukan ini terasa mudah dan mungkin bisa ditiru oleh Anda. Di atas ditulis untuk tutup mulut dan hidung dengan lengan baju atau tisu saat batuk maupun bersin. Iya kalau kita selalu siap tisu, kalau nggak gimana? 

Solusi dari penulis dan ini juga pengalaman pribadi, ketika sedang batuk atau bersin gunakan lengan tangan (bukan telapak tangan). Lengan yang biasa kita gunakan yakni bagian dalam siku. Saat kita batuk atau bersin tangan kita memegang pundak sebelah. Contoh, tangan kanan memegang pundak kiri, dengan demikian lengan bagian siku dalam otomatis mentup mulut. Tapi cara ini kami rasa belum efektif, sebab saat bersin masih saja ada kotoran yang keluar dari bagian yang tak tertutup oleh lengan. 

Alternatif kedua yang biasa kita lakukan yakni mentup mulut saat batuk dan bersin dengan baju atau kaos yang kita pakai. Caranya bukan baju bagian bawah kita angkat ke mulut, tapi dengan mengangkat bagian kerah depan ke mulut. Bagian kerah depan kita angkat sehingga kita seperti memakai masker. Saat batuk atau bersin, kotoran dari mulut masuknya kedalan baju atau kaos. Nah, cara ini menurut penulis lebih elegan ketimbang menutup mulu dengan tangan. Dengan cara ini, kita juga tidak panik saat tidak membawa tisu.

Karena kotoran masuknya kedalam pakaian, orang yang posisinya dekat dengan kita juga tentu tidak begitu merasa terganggu. Sebab kotoran tidak terbang kema-mana. Gimana, sudah pernah melakukan hal semacam ini? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Feed

Recent Story

Featured News

Kembali ke atas